Picture 1992

Oke sobat, untuk menuntaskan rasa dahaga kalian akan ‘kehadiran’ kami di waktu silam, berikut ini kami gambarkan visualnya secara nyata, bukan lewat deskripsi kata-kata. Inilah ‘perwakilan’ wajah-wajah kami masa itu, sekitar tahun 1989-1992. Inilah penampakan kami ….

Foto ini saya ‘culik’ dari facebook album fotonya Nepluza92 Cirebon. Lihatlah betapa ‘nelangsa’nya gaya kami tempo itu. Tanpa HP ditangan, tanpa blackbery, tanpa kawat gigi, tanpa twitter, tanpa facebook, tanpa celana… ups, sorry kebablasan!

Lihatlah gaya pria dan wanitanya, begitu….mengesankan! sepatu “dragon fly” merupakan sepatu wajib bagi gaya mode kami waktu itu. Kalau tidak memakai sepatu kets dragon fly, kayaknya nggak ‘gaul’ kala itu. Bagai sayur tanpa garam, bagai mobil tanpa roda, bagai rumah tanpa toilet….

dimana gerangan nona-nona manis itu bersemayam sekarang…??? anda tau?

Hujan

Waktu aku menulis ‘coretan’ ini, hujan sedang deras-deranya menghujam bumi, mengepung belahan bumi jauh dari Cirebon, mengucuri dengan hebatnya. Belum ada petir yang datang, belum ada kilat yang menghiasi. Angin pun tak seberapa, hanya hujan saja. Sendirian menyandera bumi.

Aku pernah merasa sendirian seperti ini, sepi terkurung hujan.

diam-diam, sendirian aku mengagumi-mu dari celah rinai hujan yang turun dari langit. Lembut senyummu, menyelinap di antara lembutnya gerimis. Membaur menjadi perasaan hati yang berbunga-bunga.

Berbunga-bunga bercampur harap, apakah senyum manis itu untukku?

Buku Ini Aku Pinjam

Dikantin depan kelasku disana kenal dirimu
Yang kini tersimpan dihati jalani kisah sembunyi

Dihalte itu kutunggu senyum manismu kekasih
Usai dentang bel sekolah kita nikmati yang ada

Seperti hari yang lain
Kau senyum tersipu malu
Ketika ku sapa engkau
Genggamlah jari ……………. Genggamlah hati ……………….. ini

Memang usia kita muda namun cinta soal hati
Biar mereka bicara telinga kita terkunci

Dia tahu …………… dia rasa……………
Maka tersenyumlah kasih ………………

Tetap langkah ………….. Jangan hentikan …………..
Cinta ini milik kita ………………

Buku ini aku pinjam kan kutulis sajak indah
Hanya untukmu seorang ……………..
Tentang mimpi-mimpi malam

[ By Iwan Fals ]

The Master

waktu boleh berganti, bulan boleh berubah…tapi kenangan adalah abadi.

Amatilah dengan seksama kawan, Ibu dan Bapak Guru yang pernah menempa kita di Neplusa waktu itu. Mungkin di antara deretan guru-guru di atas, masih ada Ibu Bapak Guru yang membuat kita menjadi pualam seperti saat ini…

So, segalak apa-pun Ibu Bapak Guru kita dulu, mereka tetap mutiara di hati kita, sampai kapan pun…

Sebuah Wawancara…

Ini sebuah pertemuan tidak sengaja, serba kebetulan dan tak terduga. Ketika penulis sedang menunggu pesawat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, tanpa sengaja duduk bersebelahan dengan seseorang …

Orangnya nggak keren-keren amat, wajah kurang lumayan, body-nya di bawah standar atletis. Gaya diluar trend. Pokoknya tidak simetris untuk digambarkan dengan kata-kata, apalagi dengan pensil warna.

Akhirnya iseng-isenglah kami berbicara ngalor-ngidul, wetan-ngulon, membunuh waktu sambil menunggu pesawat yang belum juga mendarat. Katanya sih, pesawatnya kehabisan bahan bakar dan parkir sementara di atas awan.

Ngobrol kesana-kemari, akhirnya dia menyebut kalau dia orang Cirebon, Cirebon coret tepatnya. Tapi dia menolak menyebutkan nama dan identitas, cuma dia bilang alumni Neplusa Plumbon Cirebon juga, kebetulan angkatan 1992 juga. [ Hah...?? masa' seh..??! Kok dulu penulis nggak pernah ketemu sama wajah yang aneh ini? Nggak tenar kali dia, yah...? ] Atau dia cuma ngaku-ngaku saja…?

Akhirnya, untuk mencoba seberapa jauh dia mengenal Neplusa Angkatan 92, ku sodorkan laptop sambil membuka blog ini [ blog yang sedang anda baca ini... ], “Anda pernah baca ini…?” tanyaku. Dia mengangguk pelan, sok cool. Sok mengerti. Sambil mengelus-elus dagunya yang gersang tanpa jenggot itu…

Inilah beberapa petikan wawancara itu. Penulis [ kusingkat P, biar cepat ], ‘Orang aneh’ teman baruku itu kusebut Mr.OA [ Orang Aneh ]…semoga orang itu nggak membaca blog ini lagi…hehehe.

P : Bener, anda alumni Neplusa angkatan 92…?

Mr. OA  mengangguk, sambil mengelus dagunya. kembali..gaya anehnya kumat…

P : Apakah anda mengenal tokoh-tokoh yang ada di blog ini…?

Mr. OA kembali mengangguk, “saya jamin, cerita ini 100% asli. Saya kenal orang-orang yang ada di blog ini…”

Mmmm… 

Inilah orang yang kutemui di Bandara tanpa sengaja itu :

Hai orang aneh, siapakah dirimu…?

Hukuman Di Sekolah

Masih ingat kenangan pahit yang pernah kalian alami, ketika membuat suatu kesalahan dan harus menerima ganjaran setimpal atas kesalahanmu…??

Inilah beragam kisah hukuman yang pernah kami tanggung ketika masa-masa itu :

1. Menimba Air

Kalian pasti berpikir, kalau hukuman ini rekayasa. Tetapi percayalah, suatu waktu ini pernah menimpa teman kita Risdianto, sang Playboy keren cap kaki tiga. Gara-garanya juga sepele, dia iseng memainkan pulpennya, sehingga menimbulkan bebunyian yang membuat guru fisika kami – nan amat ‘mempesona’ kumisnya – , terganggu konsentrasinya.

“Hei, kamu….!” mata tajamnya tepat menunjuk Risdianto yang langsung membeku, seperti dikutuk menjadi perunggu, “..daripada kamu bikin ribut, sana nimba air! isi ember itu!”

Untung embernya kecil, buat mengisi bejana air di laboratorium fisika. Coba kalau dia disuruh ngisi bak mandi satu kecamatan..??

2. Nonton Wayang Golek

Nah…loh?! hukuman aneh apalagi ini…? tetapi percayalah, ini bukan sulap, bukan rekayasa, bukan tipuan kamera…apalagi tipuan sihir. Ini menimpa diriku…

Ceritanya waktu itu aku salah mengerjakan tugas Bahasa Sunda – maklum, kami tinggal di Jawa Barat makanya pelajaran muatan lokal waktu itu Bahasa Sunda, bukan Bahasa Zimbabwe, apalagi bahasa Semut. Disuruh mengerjakan tugas halaman 56, aku mengerjakan halaman 65.

Eh…bukannya Bu Guru memaklumi kekhilafan manusiawi itu, beliau langsung marah-marah …:

“..Eh, kamu kok begini…!” alisnya yang terbuat dari polesan spidol naik, “kamu pasti malas! Kalau begitu, kamu harus nonton wayang golek, rangkum semua isi ceritanya, siapa sindennya, siapa dalangnya, siapa yang mukul gong, siapa yang jualan mie ayam……”

Gubrak!? nonton wayang golek dimana…?? kalau organ tunggal dan tarling dangdut sih banyak…??

Akhirnya, aku nggak kehabisan akal…aku nonton TV Stasiun Bandung yang ada dalang Sunandar Sunarya, nonton deh sambil nyatat ceritanya, sambil ngemil, sambil tiduran…hehehe

Sekeping Cinta di Bioskop Arjuna

Kalau ada nama bangunan yang amat ‘melegenda’ pada jaman kami dulu, di samping Makam Ki Buyut Trusmi, pastilah Bioskop Arjuna.

Pada jaman sekarang, Bioskop Arjuna sudah almarhum, berganti menjadi sebuah Mini Market Swalayan serba ada. Serba ada, mulai dari sandal jepit sampai tukang becak tersedia di sana. Dari cabe hijau keriting sampai cabe merah ’rebonding’ juga ada.

Kalian tau letaknya? Yah…bagi yang masih punya utang, masuk bioskop tidak bayar, atau punya hobby membolos sekolah, pasti hapal di luar kepala : di sekitar Pasar Jamblang. Sepelemparan batu, kata si Wiro Sableng.

Gedung bioskop itu, mempunyai 2 studio. Studio 1 dan Studio 2…[ ya iyalah, 1 dan 2! masa' 49 dan 75? ??! ] waktu pertama kali dibuka… wuih, penontonnya membludak melebihi konser Inul Daratista.

Tua Muda, Kaya Miskin, Lelaki Perempuan, Banci Wadam, yang pake sepatu sampe yang pakai sandal bangkiak, yang pakai kolor atau nggak pake kolor, semua tumplek… ramai minta ampun. Itulah kejayaan Bioskop Arjuna waktu itu.

Apalagi kalau hari Lebaran tiba, semua bentuk manusia tersedia di sana. Dari yang unik sampai yang antik, datang. Mulai bentuk trapesium sampai segitiga sama-sisi, mengunjungi. Tapi yang paling banyak : jajaran genjang…

Bagi adik-adik yang belum lahir pada jaman itu, atau masih bocah ingusan yang belum disunat, bayangkan saja ramainya suasana itu… persis konser Metalica gabung dengan Trio Macan.

Maklum, jaman kami muda dulu belum banyak hiburan, tidak ada handphone, tidak ada VCD, tidak ada Playstation, apalagi ’Studio 21′. Jadi kehadiran bioskop Arjuna serasa oase di Gurun Sahara yang tandus dan gersang, ibarat semur jengkol di antara rasa lapar.

Lantas apa istimewanya bioskop yang sudah ‘tewas’ ini?

Eit, sabar dulu…walaupun bioskop Arjuna sudah tewas, tapi kenangannya masih abadi dalam ingatan kami, tertanam dalam-dalam di relung memori. Apalagi bagi playboy sekaliber Risdiyanto.

Bioskop Arjuna adalah nafas hidupnya, darah dalam aliran nadinya, ringtone dalam dering handphone-nya, sukma bagi hidupnya, lumpur bagi Sidoarjo-nya. [ Maaf Risdiyanto, di mana pun kamu berada saat ini... cerita ini akan mengupas kejayaanmu menebarkan pesona Playboymu tempo dulu..hehehe ]

Ibarat buaya yang menemukan muara kubangannya, ibarat koboy menemukan Texas-nya, bioskop Arjuna adalah rumah keduanya. Kalau kamu tidak menemukan dia di rumahnya, carilah di toilet bioskop Arjuna, pasti dia bersemayam di sana.

Malam Minggu, adalah malam pembuktiannya sebagai ‘playboy’ bercula lima. Lima botol parfum, membalut harum tubuhnya. Mulai dari Bvlgari, AXE sampai kemenyan, melekat pada tubuhnya. Tujuh gayung minyak rambut, membuat jambulnya makin menjulang, meruntuhkan kejayaan jambul Elvis Presley, apalagi jambul Tin-Tin Anwar Buyung.

Malam minggu, saatnya menebarkan kepak pesonanya….!

[ Bersambung ..... ]

Klarifikasi…

Mengutip berita-berita infotainment yang beredar hangat belakangan ini, yang bertebaran menghiasi televisi, dengan isue- dan gossip-gossip yang saling menyerang, membunuh karakter, menjitak, memiting, membelai, mencubit, dan sebagainya, khususnya mengenai keberadaan blog ‘kecil’ yang aneh ini, maka ijinkan kami memberikan klarifikasi sebagai berikut :

1. Tokoh dan aktor dalam blog ini, 100% khayalan dan 200% tanpa rekayasa, mereka ada dan ‘mungkin’ masih berkeliaran di muka bumi..

2. Sifat dan karakter para aktor yang menghiasi blog ini 300% imajinasi, 400% hasil rekayasa genetika antara kenyataan dan bualan…

3. Kisah-kisah yang ada di dalam blog ini, 500% fantasi, 600% campuran kimia antara fiksi dan non-fiksi dengan campuran dongeng 15%, so… jangan terlalu dipercaya yah?

4. Penulis blog ini…bukan seseorang dengan inisial ‘N’ apalagi inisial ‘X’ Y’Z', atau inisail ’86′, penulis blog ini adalah mahluk UFO yang datang dari antah berantah, pernah singgah di Piramida Giza, dan menetap di propinsi paling ujung timur di Zimbabwe, tepatnya desa BLUKUTUK, kecamatan BLUS_BLUS, kabupaten XESEWSETRE,… so jangan terlalu berharap kalau yang menulis blog ini seseorang dengan inisial ‘N’..

5. Bagi adik-adik neplusa yang membaca blog ini, lupakan segala hal jelek yang ada di sini, belajarlah yang rajin, karena masa depan anda tidak ditentukan dari membaca blog ini… membaca blog ini tidak membuat anda serta-merta sejenius ahli kimia, atau selihai tukang cincang daging

6. Blog ini cuma sekelumit kenang-kenangan yang tersisa, bukan mewakili apalagi ‘situs resmi’ Neplusa angkatan 92, so…jangan jadikan blog ini acuan untuk memperoleh simpati politik, wadah untuk meraup suara di lembaga legislative, sarana untuk menjadi Bupati Cirebon, atau jembatan untuk menjadi RT di kampung anda..dll..dll…

7. Hehehehe…