Tau kota Padang?
Ya, ibu kota propinsi Sumatera Barat itu, yang terkenal dengan masakan pedas dan rumah makannya itu, atau dengan atap rumah melengkung runcing di ujungnya itu…? ( Coba deh, buka kembali pelajaran Geografi, guys…)
Kenapa dengan Padang?
Sebab, di kota inilah sang nasib mempertemukan kami, ya…ku temukan Gatot Muhartono. Kamu tau siapa Gatot Muhartono? Dialah temanku, teman kami semua di kelas IC Neplusa 1989. Hampir saja terlupa sosok kekar kotak yang satu ini. Dan setelah ku cek satu persatu, daftar nama siswa IC Neplusa 1989, di tulisan ”The Actor” nama tersebut belum ku catat. Maafkan aku, Tot…
Untuk menebus rasa penyesalanku, atas kelalaian mencantumkan namamu, ku tuliskan namamu dengan judul tersendiri di blog ini. Semoga kamu puas, dan jangan gigit aku dengan gigimu yang sekuat baja dan segede kampak godam itu…
Karakteristik Gatot : jaman itu tahun 1989, orangnya militeristik, rambut cepak, muka sangar, otot kekar, six seven pack, tatapan sedingin es batu…( nah, loh? Kok nggak ada lembut-lembutnya sih? ) kalau tertawa, seluruh kelas serasa gempa bumi. Tapi, jiwa penolongnya : dua jempol, two tumb up!
Dialah sang bodyguard kelas kami, dari segala ancaman marabahaya yang mengintai. Kalau ada kelas lain yang coba-coba mengganggu ketentraman kelas kami, Gatot dengan gagah beraninya menantang di depan….
(I Love U Tot, I Love U Tot….cewek-cewek akan berteriak menyemangatinya seperti Cheerleader..)
Sekitar awal Tahun 2000, 11 tahun setelah kita berpisah, di kota Padang itulah nasib mempertemukan kami. Kita bertemu di depan Minang Plaza, dalam suatu pertemuan yang tak disangka-sangka.
”Gatot…?” sapaku heran.
Dia juga bengong, ada sesosok mahluk keren menyapanya…hehehe
Dan setelah itu, kami larut dalam kehangatan nostalgia masa SMP di Neplusa dulu.
Bagi teman-teman, yang saat ini masih menimba ilmu di Neplusa, inilah pelajaran moral buat kita semua. Ternyata dunia ini tak selebar celana kolor, seluas apa pun bumi, suatu saat sang nasib pasti akan mempertemukan persahabatan kita, so jangan memutuskan ikatan persahabatan ya…?
Siapa tau dialah satu-satunya teman kita, di saat kita tersesat atau membutuhkan pertolongan…
Kalau saat ini, ada yang berniat memutuskan tali persahabatan, segera rujuklah kembali guys! Berikan sahabatmu, pelukan terhangat… (btw hati-hati, kalau ternyata temenmu hom*.. atau les…)
Sekitar tahun 2000, Gatot menjadi guru teknik di suatu sekolah SMA swasta di Padang, sambil nyambi kuliah di Universitas Pendidikan Padang ( atawa IKIP Padang ). Bentuk fisiknya masih sama dengan 11 tahun yang silam, tetap kekar, kotak, cepak dan ketawanya masih menggelegar…
Tapi ada yang berubah, gigi depannya ada yang patah setengah.
”Ini kena tendang, waktu ikut PON pertandingan Tarung Derajat…”
Salut, teman! Ternyata dia masih sang petarung kelas kami, dengan ikut persatuan klub Tarung Derajat dan ikut PON, walaupun mewakili kontingen Sumatera Barat.
Itulah pertemuan kami, di sekitar tahun 2000, 11 tahun setelah kami berpisah dari Neplusa.
Sekarang, di mana kamu berada Tot?
Sy jg alumni neploeza mas, tp baru keluar taun kmaren (2009).
bnr bgt! persahabatan d neploeza emg susah bgt dilupain. q yg baru taun kmaren keluar aja uda ng’rasa kaaaangen bgt sm tmn2 d NEPLUZA. Aplg mas yg uda belasan taun ya?
q jd terharu bca postingan ini. apa yg trjadi dgnku n tmn2 seangkatan belasan taun mndatang ya? hmmm…