Karakteristik #8

Oke guys,

Bagi kalian yang sudah mulai mengalami gejala pusing-pusing dan kejang-kejang, dengan bawaan pengen meluk gajah betina mulu, itu adalah efek samping dari terlalu lama membaca karakter para actor di dalam blog ini. Tapi tenang guys, gejala itu akan berangsur-angsur pulih setelah kalian minum jamu kunyit, campur madu, dengan sedikit garam dan minyak oli secukupnya. Tergantung selera masing-masing…

 

Dan, gejala tersebut sebentar lagi tidak akan menyerang anda kembali,

Karena inilah bagian akhir dari pembahasan karakter para actor itu, sampai kelak dikemudian hari ditemukan lagi actor lain yang mungkin terselip di antara fosil-fosil kenangan kelas kami

 

Bagi kalian yang sudah mual-mual dan berkunang-kunang dengan tingkah pola actor kami,

Berbahagialah karena inilah episode penutup penyakit anda..…

 

Sanira

Putih, tinggi, hot, sintal dan punya kerlingan mata yang menggoda. Sengaja kami menaruh karakternya di bagian akhir, supaya kalian akan senantiasa memburunya, menggelepar karena pesona jempol kakinya.

Hati-hati kalau berada di dekatnya, kurang dari 2 kilometer, kamu akan tertarik daya magis kerlingannya dan terperosok dalam jurang kehancuran…wuih?! Dia cewek atau jebakan gajah sih?

 

Dialah, pesaing berat Fatmawati. Potensi tersembunyi yang tidak pernah terungkap…

Selama ini, dia selalu di bawah bayang-bayang Fatmawati, ternyata oh ternyata…dia menyeruak bangkit, dan membuktikan siapa dia sebenarnya…jreng…jreng…

 

[ Stop, Sanira! jangan ditambah adegan buka baju dan improvisasinya jangan terlalu brutal…]

Btw, dimana sekarang dia berada?

 

Akmadi

Putih, kecil, imut, dan menggemaskan (mirip anak kelinci?)

Tapi, jangan dulu mudah tertipu dengan mata bening yang innocent itu. Bocah lelaki yang imut dan lucu, adalah potensi tersembunyi dari populasi kaum playboy yang sangat membahayakan.

Bocah lelaki inilah salah satunya…

 

Kelas 1 SMP dia imut-imut, tapi kelak ketika menginjak siswa STM Negeri Cirebon, dialah tokoh yang paling diburu para orang tua di kampungnya, karena 17 wanita menderita kerusakan jiwa akibat bergaul dengannya, 7 ekor kambing raib tanpa bekas, dan 3 janda menderita kerugian moril.

 

Kemana sekarang kamu berada, Akmadi?

 

Anwar Buyung

Mungkin, tokoh Tin Tin dalam kartun ciptaan Herge (Brussel, Belgia) adalah jiplakan utuh dirinya. Mungkin juga, dulu Herge bermimpi bertemu Anwar Buyung, dan Anwar Buyung memberikan wejangan kepadanya :

”Hai, Herge…gambarlah wajah saya, niscaya engkau akan terkenal dan kaya raya…”

Maka digambarlah sosok remaja ceking yang berjambul mirip semar itu.

 

Buktinya, sosok Tin Tin mirip banget dengan Anwar Buyung. Nggak ada yang berbeda jauh dari keduanya. Yang berbeda mungkin nasib.

Tin Tin, walaupun cuma tokoh kartun tapi terkenal di seantero dunia. Kalo Anwar Buyung…? Cuma kami yang mengenal jambulnya.

 

Entah, bagaimana nasib jambulnya sekarang ini…

 

Yosep

Inilah, murid yang menduduki nomor absen terakhir di kelas kami. Dan dia jugalah yang menjadi pemungkas dalam pembedahan karakter tokoh-tokoh kita, dalam cerita di blog ini.

 

Gampang untuk mengenali dirinya, pandang saja poster Jamal Mirdad sewaktu belum nikah dengan Lidya Kandau dan punya dua anak. Tapi, cara mandangnya dilihat melintang horizontal.

Pantes saja, kalo dia pada saat itu, digila-gilai oleh the sexiest women kelas kita, Fatmawati.

 

Ke sekolah, dia selalu memakai sepeda balap, yang sedang nge-top saat 1989 itu. Cewek mana yang tak tergoda melihat penampilannya? Kuda betina saja naksir kepadanya…

 

Oke guys,

Itulah gambaran karakter tokoh-tokoh kita yang akan menghiasi cerita-cerita di blog ini. Bagi kalian yang mengenal beberapa tokoh yang dibahas dari Karakter #1 sampai dengan karakter terakhir ini, itulah kira-kira karikatur sang tokoh pada saat itu, tahun 1989.

 

Sekali lagi, ini adalah karikatur dalam bentuk tulisan, bukan bentuk gambar, jadi tidak bisa dipakai sebagai dasar penilaian dari sang tokoh. Bukan pula dipakai sebagai dasar pijakan untuk mengikultuskan dirinya, apalagi menjatuhkan wibawanya.

 

Dan, karikatur tadi telah dicampur dengan berbagai unsur dramatisasi, tata cahaya, tata musik, tata panggung dan terutama TATA DADO. Jadi, gambaran aslinya bisa semakin ceria dan berwarna.

 

Bagi para keluarga besarnya yang kebetulan membaca tulisan ini, kenal dengan yang bersangkutan, sekali lagi, inilah potret kita di tahun 1989. Bukan potret sekarang.

 

Dan, kami mohon partisipasinya untuk menghubungi kami, bila kebetulan menemukan keberadaan mereka, atau berkeliaran di sekitar anda. Pesan kami, hati-hati mereka belum jinak…hehehehe

 

Sekali lagi, Thanks guys for everything…

Dan tidur nyenyaklah bagi anda-anda yang sudah kejang-kejang kalau membaca karakter para tokoh kita. Karena semuanya itu, telah berakhir di episode ini.

 

Adios Amigos!

Satu pemikiran pada “Karakteristik #8

  1. ANWAR BUYUNG mengatakan:

    mantap pisan, bisa aja bikin blog ttg temen2 di 1c dan 2f…aq ampe ketawa terussss n kebawa mimpi….mantap ….emang dari dulu nte pinter bikin lelucon sehat ala ali oncom……ada pesen dari heri : sekalian aj bikin reunian aj…oke thanks sob udah nanya jambulku…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s