Hukuman Di Sekolah

Masih ingat kenangan pahit yang pernah kalian alami, ketika membuat suatu kesalahan dan harus menerima ganjaran setimpal atas kesalahanmu…??

Inilah beragam kisah hukuman yang pernah kami tanggung ketika masa-masa itu :

1. Menimba Air

Kalian pasti berpikir, kalau hukuman ini rekayasa. Tetapi percayalah, suatu waktu ini pernah menimpa teman kita Risdianto, sang Playboy keren cap kaki tiga. Gara-garanya juga sepele, dia iseng memainkan pulpennya, sehingga menimbulkan bebunyian yang membuat guru fisika kami – nan amat ‘mempesona’ kumisnya – , terganggu konsentrasinya.

“Hei, kamu….!” mata tajamnya tepat menunjuk Risdianto yang langsung membeku, seperti dikutuk menjadi perunggu, “..daripada kamu bikin ribut, sana nimba air! isi ember itu!”

Untung embernya kecil, buat mengisi bejana air di laboratorium fisika. Coba kalau dia disuruh ngisi bak mandi satu kecamatan..??

2. Nonton Wayang Golek

Nah…loh?! hukuman aneh apalagi ini…? tetapi percayalah, ini bukan sulap, bukan rekayasa, bukan tipuan kamera…apalagi tipuan sihir. Ini menimpa diriku…

Ceritanya waktu itu aku salah mengerjakan tugas Bahasa Sunda – maklum, kami tinggal di Jawa Barat makanya pelajaran muatan lokal waktu itu Bahasa Sunda, bukan Bahasa Zimbabwe, apalagi bahasa Semut. Disuruh mengerjakan tugas halaman 56, aku mengerjakan halaman 65.

Eh…bukannya Bu Guru memaklumi kekhilafan manusiawi itu, beliau langsung marah-marah …:

“..Eh, kamu kok begini…!” alisnya yang terbuat dari polesan spidol naik, “kamu pasti malas! Kalau begitu, kamu harus nonton wayang golek, rangkum semua isi ceritanya, siapa sindennya, siapa dalangnya, siapa yang mukul gong, siapa yang jualan mie ayam……”

Gubrak!? nonton wayang golek dimana…?? kalau organ tunggal dan tarling dangdut sih banyak…??

Akhirnya, aku nggak kehabisan akal…aku nonton TV Stasiun Bandung yang ada dalang Sunandar Sunarya, nonton deh sambil nyatat ceritanya, sambil ngemil, sambil tiduran…hehehe