Hujan

Waktu aku menulis ‘coretan’ ini, hujan sedang deras-deranya menghujam bumi, mengepung belahan bumi jauh dari Cirebon, mengucuri dengan hebatnya. Belum ada petir yang datang, belum ada kilat yang menghiasi. Angin pun tak seberapa, hanya hujan saja. Sendirian menyandera bumi.

Aku pernah merasa sendirian seperti ini, sepi terkurung hujan.

diam-diam, sendirian aku mengagumi-mu dari celah rinai hujan yang turun dari langit. Lembut senyummu, menyelinap di antara lembutnya gerimis. Membaur menjadi perasaan hati yang berbunga-bunga.

Berbunga-bunga bercampur harap, apakah senyum manis itu untukku?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s