Waktu aku menulis ‘coretan’ ini, hujan sedang deras-deranya menghujam bumi, mengepung belahan bumi jauh dari Cirebon, mengucuri dengan hebatnya. Belum ada petir yang datang, belum ada kilat yang menghiasi. Angin pun tak seberapa, hanya hujan saja. Sendirian menyandera bumi.
Aku pernah merasa sendirian seperti ini, sepi terkurung hujan.
diam-diam, sendirian aku mengagumi-mu dari celah rinai hujan yang turun dari langit. Lembut senyummu, menyelinap di antara lembutnya gerimis. Membaur menjadi perasaan hati yang berbunga-bunga.
Berbunga-bunga bercampur harap, apakah senyum manis itu untukku?
