Karakteristik #8

Oke guys,

Bagi kalian yang sudah mulai mengalami gejala pusing-pusing dan kejang-kejang, dengan bawaan pengen meluk gajah betina mulu, itu adalah efek samping dari terlalu lama membaca karakter para actor di dalam blog ini. Tapi tenang guys, gejala itu akan berangsur-angsur pulih setelah kalian minum jamu kunyit, campur madu, dengan sedikit garam dan minyak oli secukupnya. Tergantung selera masing-masing…

 

Dan, gejala tersebut sebentar lagi tidak akan menyerang anda kembali,

Karena inilah bagian akhir dari pembahasan karakter para actor itu, sampai kelak dikemudian hari ditemukan lagi actor lain yang mungkin terselip di antara fosil-fosil kenangan kelas kami

 

Bagi kalian yang sudah mual-mual dan berkunang-kunang dengan tingkah pola actor kami,

Berbahagialah karena inilah episode penutup penyakit anda..…

 

Sanira

Putih, tinggi, hot, sintal dan punya kerlingan mata yang menggoda. Sengaja kami menaruh karakternya di bagian akhir, supaya kalian akan senantiasa memburunya, menggelepar karena pesona jempol kakinya.

Hati-hati kalau berada di dekatnya, kurang dari 2 kilometer, kamu akan tertarik daya magis kerlingannya dan terperosok dalam jurang kehancuran…wuih?! Dia cewek atau jebakan gajah sih?

 

Dialah, pesaing berat Fatmawati. Potensi tersembunyi yang tidak pernah terungkap…

Selama ini, dia selalu di bawah bayang-bayang Fatmawati, ternyata oh ternyata…dia menyeruak bangkit, dan membuktikan siapa dia sebenarnya…jreng…jreng…

 

[ Stop, Sanira! jangan ditambah adegan buka baju dan improvisasinya jangan terlalu brutal…]

Btw, dimana sekarang dia berada?

 

Akmadi

Putih, kecil, imut, dan menggemaskan (mirip anak kelinci?)

Tapi, jangan dulu mudah tertipu dengan mata bening yang innocent itu. Bocah lelaki yang imut dan lucu, adalah potensi tersembunyi dari populasi kaum playboy yang sangat membahayakan.

Bocah lelaki inilah salah satunya…

 

Kelas 1 SMP dia imut-imut, tapi kelak ketika menginjak siswa STM Negeri Cirebon, dialah tokoh yang paling diburu para orang tua di kampungnya, karena 17 wanita menderita kerusakan jiwa akibat bergaul dengannya, 7 ekor kambing raib tanpa bekas, dan 3 janda menderita kerugian moril.

 

Kemana sekarang kamu berada, Akmadi?

 

Anwar Buyung

Mungkin, tokoh Tin Tin dalam kartun ciptaan Herge (Brussel, Belgia) adalah jiplakan utuh dirinya. Mungkin juga, dulu Herge bermimpi bertemu Anwar Buyung, dan Anwar Buyung memberikan wejangan kepadanya :

”Hai, Herge…gambarlah wajah saya, niscaya engkau akan terkenal dan kaya raya…”

Maka digambarlah sosok remaja ceking yang berjambul mirip semar itu.

 

Buktinya, sosok Tin Tin mirip banget dengan Anwar Buyung. Nggak ada yang berbeda jauh dari keduanya. Yang berbeda mungkin nasib.

Tin Tin, walaupun cuma tokoh kartun tapi terkenal di seantero dunia. Kalo Anwar Buyung…? Cuma kami yang mengenal jambulnya.

 

Entah, bagaimana nasib jambulnya sekarang ini…

 

Yosep

Inilah, murid yang menduduki nomor absen terakhir di kelas kami. Dan dia jugalah yang menjadi pemungkas dalam pembedahan karakter tokoh-tokoh kita, dalam cerita di blog ini.

 

Gampang untuk mengenali dirinya, pandang saja poster Jamal Mirdad sewaktu belum nikah dengan Lidya Kandau dan punya dua anak. Tapi, cara mandangnya dilihat melintang horizontal.

Pantes saja, kalo dia pada saat itu, digila-gilai oleh the sexiest women kelas kita, Fatmawati.

 

Ke sekolah, dia selalu memakai sepeda balap, yang sedang nge-top saat 1989 itu. Cewek mana yang tak tergoda melihat penampilannya? Kuda betina saja naksir kepadanya…

 

Oke guys,

Itulah gambaran karakter tokoh-tokoh kita yang akan menghiasi cerita-cerita di blog ini. Bagi kalian yang mengenal beberapa tokoh yang dibahas dari Karakter #1 sampai dengan karakter terakhir ini, itulah kira-kira karikatur sang tokoh pada saat itu, tahun 1989.

 

Sekali lagi, ini adalah karikatur dalam bentuk tulisan, bukan bentuk gambar, jadi tidak bisa dipakai sebagai dasar penilaian dari sang tokoh. Bukan pula dipakai sebagai dasar pijakan untuk mengikultuskan dirinya, apalagi menjatuhkan wibawanya.

 

Dan, karikatur tadi telah dicampur dengan berbagai unsur dramatisasi, tata cahaya, tata musik, tata panggung dan terutama TATA DADO. Jadi, gambaran aslinya bisa semakin ceria dan berwarna.

 

Bagi para keluarga besarnya yang kebetulan membaca tulisan ini, kenal dengan yang bersangkutan, sekali lagi, inilah potret kita di tahun 1989. Bukan potret sekarang.

 

Dan, kami mohon partisipasinya untuk menghubungi kami, bila kebetulan menemukan keberadaan mereka, atau berkeliaran di sekitar anda. Pesan kami, hati-hati mereka belum jinak…hehehehe

 

Sekali lagi, Thanks guys for everything…

Dan tidur nyenyaklah bagi anda-anda yang sudah kejang-kejang kalau membaca karakter para tokoh kita. Karena semuanya itu, telah berakhir di episode ini.

 

Adios Amigos!

Karakteristik #7

Guys,

Beberapa tulisan terdahulu sudah mulai menyingkap semua cerita nostalgia tentang kita, di tahun 1989. itulah kami. Tetapi masih ada beberapa actor yang masih belum kita ungkap jati dirinya, kita bedah dan kita telanjangi rame-rame….ups?!. Bukannya tidak mau, mereka cuma malu-malu (mirip) kucing.

Dalam mimpi, mereka bahkan mengancamku akan memboikot seluruh agenda Visit Indonesia Years…, kalo mereka tetap ikut dibedah karakter dan dijelaskan bentuk unik udelnya. (btw, apa hubungannya?)

Tapi demi keadilan, aku harus ungkap karakter mereka semua tanpa kecuali.

YEEAAH, DEMI KEADILAN…!! MERDEKA…

Ibrahim Sanyoto

Tau David Beckham? Bagi kaum lelaki sejati penikmat sepak bola, dalam keadaan kesurupan pun pasti kenal dengan sosok keren yang satu ini. Bahkan kaum wanita. YEAH, dialah atlet panjat pinang dari Inggris!

Pletak! …Maksudku, pemain sepak bola.

Kalian pasti maklum, walaupun aku mengetik kalimat yang salah, dalam benak kalian pasti sudah tergambar sosok itu. Lantas apa hubungannya antara Ibrahim Sanyoto dan David Beckham?

Bukan, …bukan tentang kemiripan wajahnya. Kalo soal wajah, keduanya amat jauh berbeda, kalian juga pasti yakin akan hal itu. Ibarat Jamblang dengan New York, jauh bedanya.

Ibrahim gelap gulita, Beckham ganteng dan terang benderang.

Soal rambutnya? Nggak juga, Beckham plontos pirang, Ibrahim hitam kelimis basah.

Soal tendangan free-kick nya yang amat tajam dan mematikan itu? Nggak juga, tendangan Beckham 99% akurat ke arah gawang, tendangan Ibrahim 100% akurat membuat ayam di pinggir lapangan tewas.

Lantas, apa hubungannya Ibrahim dengan Beckham?

Saya juga bingung, kenapa saya harus menghadirkan sosok David Beckham untuk menulis karakter tentang Ibrahim Sanyoto? Oh iya, akhirnya ketemu juga guys…

Keduanya sangat gemar main sepak bola, YES… AKHIRNYA KETEMU JUGA!

Dialah sang maniak bola di kelas kami.

Kabar terakhir…kami belum temukan keberadaannya.

Jangan-jangan, dia berubah bentuk menjadi David Beckham itu…?

Agus Suprapto

Nggak usah jauh-jauh dan panjang lebar untuk menggambarkan karakternya. Tau mantan Menteri Penerangan waktu jaman Orde Baru. Pak Harmoko?! Yah, Pak Harmoko.

Kamu bayangin saja sosok dia, nggak ada yang beda dari keduanya. Kecuali umurnya….

Yes, selesai…

Penjelasan tersingkat tapi akurat dalam sejarah penulisan karakter anak-anak IC 1989, Neplusa.

Kabar terakhir yang kami terima, dia terlacak di SMA Negeri Palimanan, selebihnya radar kami tidak bisa mendeteksinya lagi, hingga saat ini…

Agus Santoso.

Tau sapu lidi?, atau tau pentol korek…? (Btw, ada apa dengan sapu lidi dan pentol korek…?)

Aduh maaf guys…ternyata aku nggak bisa menggambarkan karakter Agus Santoso seperti karakter Agus Suprapto barusan.

Niatnya, cepat dan akurat seperti tadi….

Tapi ternyata, Agus Santoso nggak mirip dengan sapu lidi, apalagi pentol korek…. Maaf.

Terpaksa deh, aku gambarkan dengan je;as…

Dia putih, kecil, kurus, rambut kaku berdiri, suka ngeyel, partner debatnya Sarudin, dan inilah bagian yang terpaksa harus aku ungkap…: dia masih anak ingusan. Yah, anak ingusan dalam arti yang sesungguhnya. Cairan yang keluar dari lobang hidung itu…

Tapi tenang, itu keadaan pada saat itu, masih kelas 1 SMP, mungkin saja sekarang dia jadi model keren sejagad raya…? Atau masih ingusan juga…? Hehehe

Terakhir, kami mendeteksi getarannya di SMA Negeri Palimanan…selebihnya, sirna hingga saat ini.

Afandi

Simple aja menggambarkan karakter Afandi : kecil, hitam, rambut lurus belah pinggir.

Yah, se-simple itulah… karena dia juga tidak pernah berprilaku di luar batas kewarasan.

Apalagi sih, Fan? Masa’ segitu doang…? (Ah, kamu curang kalo gitu…, bikin hal yang aneh dong, misalnya mau meledakkan gedung sekolah kek…? Hehehe )

Sampai sekarang, kami masih melacak keberadaannya

Khafid

Nah, kalau mahluk yang satu ini cirri khasnya : rambutnya keriting, mirip tulisan tangan Pak Dokter. Kalau di antara kerumunan lelaki kelas kami, terus terselip pelaku penculikan nenek-nenek berambut keriting, jangan ragu dan jangan bimbang : dialah tersangka utamanya.

Makanya, dia jarang berbuat kriminal atau hal-hal yang aneh, karena pak polisi akan dengan cepat dapat mencari keberadaannya atau calon mertua akan dengan gampang meminta pertanggungjawabannya.

Btw, sampai sekarang kami belum menemukan keberadaannya juga tuh?

Jangan-jangan, dia ngumpet di tumpukan jerami…atau mengembara ke afrika?

Casini

Nah, kalau kaum lelaki punya Khafid, kaum wanita di kelas kami punya Casini. Yah, dulu kami kira mereka itu kembar identik, atau kembar siam yang ketukar.

Rambutnya sama-sama keriting. Cuma bagian tertentu saja yang bisa membedakan keduanya.

Dia anak Purbawinangun (Cibiyuk).

Apakah kalian masih menemukan sosoknya di sana…? Please call me guys…

Karena dia masih membawa catatan bon utang kelas kami.

To be Continued

Segitu dulu ya, guys…

Besok kita sambung kembali, bagi kalian yang sedang buru-buru mau boarding pass di bandara atau kebelet mau ke WC, silahkan lanjutkan dulu…

Karakteristik #6

Oke guys,

Setelah beberapa tulisan sudah menyibak sebagian tirai awal peradaban kita, kelas IC 1989 Neplusa, dengan beraneka pernik nuansa dan dinamikanya, sekarang kita mau membedah lagi sebagian karakter murid-murid kelas IC yang belum sempat dibedah.

 

Yah, kita harus bedah karakter mereka semua – tanpa kecuali – siapa tau di antara mereka ada yang menyembunyikan senjata berbahaya bagi peradaban dunia, atau ternyata di antara mereka adalah mahluk mutan penjelmaan limbah dan biawak?

 

Siapa berikutnya yang akan kita bedah?

 

Heri

Yeah, akhirnya ketemu lagi satu mahluk IC 1989 yang nyelip di antara memori otakku, setelah sekian hari bersembunyi di antara tumpukan kenangan yang hampir musnah di otakku. Mahluk dengan nama paling singkat, Heri, tanpa imbuhan, awalan atau akhiran.

 

Hingga banyak di antara para Guru dan teman-teman yang memanggilnya : Heri Tok. Ya, Just Heri.

 

Tubuh sedang, kulit sawo matang, rambut pirang belah pinggir, dengan poni menjuntai-juntai. Yang selalu saya ingat, bajunya selalu rapih dimasukkan ke dalam celana pendek birunya, sementara celananya amat ketat untuk menampung semua barang muatan dan pernak-perniknya.

 

Kabar terakhir yang saya terima, dia sekolah di STM Negeri Cirebon, selanjutnya…tidak ada kabar lagi hingga saat ini, saat kami masih melakukan pelacakan.

 

Sarwadi

Penah lihat petinju James “Buster” Douglas? yang menjungkalkan si “Leher Beton” Mike Tyson pada tanggal  11 Februari 1990 di Tokyo dalam 35 detik di ronde ke-10.

Yah, kurang lebih seperti itulah bentuknya, tinggi, besar, hitam. Bedanya, Sarwadi rambutnya berponi menjuntai sebatas hidung, sementara sang Douglas rambutnya plontos.

 

Kalau dia berlari-lari di kelas, ruangan seakan mau ambruk.

 

Tapi dia amat baik hati, royal suka mentraktir teman, dan selalu berganti sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Maklum, katanya dia anak juragan rottan yang sedang naik daun. Dengan motor baru itulah, dia senantiasa menebar pesona.

Walaupun, sang cewek yang ditebari pesona langsung menyemprotkan pestisida wereng untuk mematikan benih pesonanya.

 

Belum ada kabar yang menyebutkan keberadaannya hingga saat ini…

 

Sulasteri

Cewek paling janggung dalam kelas kami, dan hanya induk jerapah yang sanggup menyaingi ketinggiannya. Orangnya kurus, tinggi, putih dengan rambut ikal sebatas bahu.

 

Kalau ada bagian genteng yang bocor dari atap kelas kami, dialah yang selalu kami panjat untuk memperbaikinya. Atau kadang kami selalu menyalahgunakan tubuhnya untuk menjolok jambu di samping sekolah kami.

 

Hingga saat ini, radar canggih mana pun belum mendeteksi kehadiran dirinya…

 

Yeti

Namanya sesingkat Heri, dan bentuk tubuhnya sebongsor Sarwadi. Mungkin Yeti diciptakan khusus untuk menjiplak seluruh bagian tubuh Sarwadi, kecuali mungkin bagian tubuh yang lain.

 

Tinggi, besar dan hitam.

Cowok-cowok selalu takut kalau di dekatnya, bawaannya pengen ngajak Sumo melulu.

Endang Komala yang bengal dan badung, pernah dilemparnya nyangkut diatas ring basket.

 

Sampai saat ini, kami masih melacak keberadaannya…

 

Pety Jumaati

Kalau setiap hari Jumat, kami selalu merinding kalau di dekatnya. Dialah penjelmaan sang Suzzana. Kalau ada pencarian bakat artis untuk jadi pemeran Sundel Bolong Jilid 2, mungkin dia akan langsung lulus casting, dengan hanya menggemakan suara tawanya.

 

Hobbynya, memakai bunga melati untuk menghiasi rambutnya, dan selalu memilin-milin rambut panjangnya yang menjuntai…

 

Tapi, kami tetap merindukan dan mencari jejaknya hingga saat ini…

 

Maryati

No comment aja yah? Kasihan, dia selalu dijadikan bahan ejekan oleh teman-teman lelakinya, hanya karena dia hitam dan tidak bisa menandingi kemasyuran pesona Yuyun.

 

Tapi, kamu tetap teman kami Mar, dan kami masih tetap menyayangi mu…

Kami juga terus melacak keberadaanmu hingga saat ini…

 

To be continued

Kita sambung kembali ya guys, sambil terus mencari sisa-sisa kenangan yang berserakan dalam otakku… dan, tetap sayangi kawan-kawanmu, sampai kapanpun. Oke?

Formasi tempat duduk

Guys,
Untuk menggambarkan formasi kelas IC pada tahun 1989, kira-kira begini letaknya :

    Papan Tulis    
             
baris 1 baris 2 baris 3 baris 4
Yakub/Khafid   Muhaimin/Andi G   Wiwik/Lilis    …?
             
Akmadi/…?   Chodijah/Casini   Yuniar R/Susilawati   Afandi/Sarudin
             
Ibrahim S/Yosep   Dwi Nanta/Agus S   Endang Kus/Endang Kom   Sulasteri/Fatmawati
             
Maryati/Yeti   Sanira/Pety Jumaati   Nono/Gatot Muhartono   Siswanto/Aku
             
Alamsyah/Sarwadi   Hernalijo/Anwar Buyung    …?   Heri/Risdianto

Situs letak formasi tempat duduk murid IC Tahun 1989 ini, saya gali dari situs-situs purbakala yang masih tertinggal di sisa-sisa otak saya.

Formasi ini, saya yakin tidak 100% tepat. Tapi akurasi data pasangan dan tempat duduknya, kira-kira 65%-90% dengan tingkat error 95%..hehehe… Kalau ada teman-teman IC Tahun 1989, yang kebetulan menemukan situs bersejarah ini, dan merasa tidak cocok dengan keadaan saat itu, pasangan duduk saat itu, silahkan protes keras ke saya.

Saya tunggu komplainnya, teman! Sampai waktu yang tak terbatas…

Karakteristik #5

Mmm,

Sebagian karakter para murid kelas IC Neplusa 1989, sudah kita intip, lengkap dengan segala kharisma, pesona, keganjilan dan ketidakwarasannya. Dan kita jamin, semuanya transparan tidak kita tutup-tutupi, kecuali memang yang harus kita tutupi. Supaya kalian tidak lari terbirit-birit, mendekati kami…

 

Bagi yang sudah shock dan butuh terapi penyembuhan setelah membaca sebagian karakter di kelas kami, sebaiknya anda menenangkan diri selama 7 hari 3 malam di puncak gunung Ciremai plus puasa mutih 3 hari. Dengan pantangan, jangan ketemu macan dan singa dalam jarak 1 meter.

Kalau belum sembuh total, hubungi dukun beranak terdekat…

 

Bagi kamu yang masih terbius oleh pesona aura kelas kami, baiklah kita lanjutkan saja membedah lagi karakteristik murid lain yang mungkin lebih tidak waras.

 

Nono

Yah, nama ini akhirnya ku temukan juga, setelah sekian hari main petak umpet di antara sel-sel otak dan kenanganku. Nama lengkapnya, aku lupa. Tapi kami masih mengingat jelas gaya senimannya yang menyimpang dari peradaban. Benar-benar seniman yang gagal, penganut gaya naturalisme, abstrak, ekspresionis, masinis, kismis, brownies dan jenis ‘isme’ yang lain.

 

Lihat saja, rambutnya gondrong kriwil-kriwil dengan jambul model Superman dan sisiran gaya Rhoma Irama. Bajunya senantiasa kedombrangan, menenggelamkan tubuhnya yang tidak mau tinggi. Sepatu bututnya tidak pernah bersentuhan dengan kaos kaki, dengan ujung tumit terinjak.

 

Jago main gendang, main gundu dan main kelereng. Hobby nya menarik-narik jambul rambut sambil matanya nanar menghayalkan Lilis, dengan sangat bernafsu.

Dan dia sangat yakin, dalam mata batinnya, Lilis pun amat merindukan dirinya.

 

Entahlah, keberadaanya belum dapat kami lacak hingga saat ini. Bagi anda yang menemukan sosok ini, segera hubungi orang tuanya, yang telah sekian lama menunggu kembalinya kunci rumah yang dia bawa-bawa.

 

Alamsyah

Hampir setali tiga uang, dengan Nono. ( Maksudnya, suka ngiket Nono kalau dia butuh uangnya…). Gaya seniman asal Gombang ini juga tidak jelas juntrungannya.

 

Gaya rambutnya ikal bergelombang, mirip pemain Tarling yang kondang : Sunarto Martaatmadja. Matanya sayu, kurang makan. Dengan baju selalu terbuka tiga kancing di dadanya, dan resleting celana terbuka tiga per empatnya.

 

Jalannya pelan, flamboyan dan penuh kharisma, membuat tubuh jangkungnya melambai-lambai. Dan, jangan coba-coba kau goda mata sayunya, kalau tidak ingin muntah tiga hari tiga malam.

Tapi, dialah yang menghidupkan kelas kami menjadi semarak.

 

Sampai sekarang, kami pun belum bisa melacak jejak dan baunya, hingga saat ini…

 

Siswanto

Pernah liat poster Tommy Page? Atau setidaknya pernah dengar lagunya ”A shoulder to cry on” ? kalau belum pernah, tataplah Siswanto. Tapi saran kami, jangan menatapnya lebih dari 3 menit. Kalau anda tidak ingin mual-mual, masuk angin dan tulang keseleo.

 

Kami juga bingung, dari mana Tommy Page bisa menjiplak wajahnya? Terutama rambut belah tengahnya dan senyuman don yuannya. Tiga siswi kelas sebelah pernah kejang-kejang gara-gara dilirik oleh matanya, yang kecoklatan. Kabarnya tiga siswi itu baru sembuh setelah berobat ke Puskesmas dan diberi oralit.

 

Dialah pangeran kegelapan kelas kami, pria dengan senyum menggoda di bibirnya.

 

Terakhir, kabarnya dia menjadi playboy kelas kakap tanpa tandingan di SMA Negeri 6 Cirebon.

Entah, bagaimana kabarnya saat ini…

 

Susilawati

Inilah salah satu cewek korban kedahsyatan sunggingan senyum Siswanto. Cewek mungil, kecil, putih dan rambut kriting kriwil-kriwil ini, senantiasa menguntit di belakang Siswanto.

“Cis, ikut dong…” rengeknya manja, kalau mereka pulang sekolah atau menuju WC sekolah…

 

Anaknya imut, lucu dan innocent. Kalau berlari, rambut kriting kriwil-kriwilnya bergoyang lucu di tiup angin. Apalagi kalau rambut kritingnya di kuncir tujuh, makin lucu bergoyang-goyang. Tidak tega saya menyakiti hatinya, yang selembut es krim rasa bawang itu.

 

Sampai sekarang, tidak bisa kami deteksi keberadaannya…

 

To be Continued

Oke guys segitu dulu, sebelum nanti kamu makin pingsan terbius pesona kelas kami, atau malah kejang-kejang membaca kelakuan di kelas kami.

nanti kita sambung kembali guys …NEXT.

Karakteristik #4

Hai guys…

Oke, setelah tadi diselingi ’info komersial’ tentang Gatot Muhartono, sang bodyguard kelas kami, sekarang kita lanjutkan pelajaran membedah katak…aih, membedah karakteristik murid-murid Neplusa kelas IC tahun 1989-1990.

 

Membedah siapa lagi yah?

Btw, masa sih kelas kami dihuni oleh para sexiest women, bandit, playboy dan dedemit semua? Apa nggak ada yang jenius, pintar, briliant, cerdas? Ups nanti dulu guys, kelas kami itu ibarat Bhineka Tunggal Ika, Tut Wuri Handayani, Jer Besuki Mowo Bea, Wedang bandrek wedang bajigur…(nah loh, apalagi neh?)

Maksudnya, ibarat gado-gado rasa nano-nano, itulah warna kelas kami, yang pinter ada, yang cantik banyak, yang badung juga ada, yang jelek tak terkira jumlahnya…

 

Oke, kalau gitu kita membahas murid-murid yang jenius, brilian dan pasti bukan dari kumpulan yang terbuang…

 

Yakub

Singkat, padat dan jelas namanya, seperti gambaran kecerdasan otaknya. Orangnya putih, keriting dan tubuh langsing proporsional, selalu duduk manis di bangkunya dengan buku di tangan. Mungkin waktu berenang pun, dia selalu pegang buku. Tidak pernah berprilaku aneh-aneh, apalagi membahayakan keselamatan negara.

 

Berasal dari Desa Lurah, sekitar 10 Km dari sekolahan kami.

Berangkat sekolah tepat waktu, tidak pernah membolos, rajin menabung, hemat cermat bersahaja, pokoknya dasadarma Pramuka dia praktekan semua.

 

Apalagi yah? Simple sih orangnya, jadi deskripsinya juga simple. Mau deskripsi macam-macam juga tidak ada, takut kualat neh kalau menggambarkan sosoknya. Terakhir kabar yang saya terima, dia sekolah di SMA Negeri 1 Cirebon.

Pantes…

 

Muhaimin

Anak Desa Gombang Marikangen. Rambutnya basah senantiasa, dengan belahan pinggir nan klimis, seperti tipikal para tokoh politikus kawakan. Btw, nggak ada hubungan kekerabatan apa pun dengan Muhaimin Iskandar (Ketua Partai PKB) itu yah…?

 

Lumayan tinggi dengan tubuh hitam semampai. Pakaiannya selalu rapih, dan sepatu selalu hitam. Mungkin karena saking kerasnya belajar, rambut di depan kepalanya hampir meranggas, dan meninggalkan situs jidat yang lebar berminyak.

 

Kelak, di kelas IIF Tahun 1990-1991, dia mengkudeta Andi Gunadi menjadi ketua kelas dengan sukses dan tanpa pertumpahan darah.

Terakhir kabar yang saya terima, dia sekolah di SMA Negeri 2 Cirebon…(ups?! Ternyata bareng sama saya ding!?…)

 

Sarudin

Entah bagaimana saya menggambarkan sosok yang satu ini. Pinter iya, tapi sok segala tau juga iya. Ibarat perlombaan cerdas cermat, dia yang selalu mencet bel duluan, walaupun kadang jawabannya salah dengan sukses.

“Di mana ibu kota Yugoslavia?!”

Teeeeet…

“Jamblang!”

 

Mukanya terlihat keras, sekeras tembok sekolah kami. Dengan gurat-gurat wajah yang tegas dan kaku. Bawaannya selalu pengen jawab soal, selalu mencari lawan debat untuk dibantainya. Dan cewek-cewek selalu menjerit kalau di dekatnya,

”Hai Susi, debat yuk?! Mengapa Darwin berteori seperti itu…?”

AAAAH Toloooong… Susi lari terbirit-birit ketakutan.

 

Tapi, dia tetap teman kami yang baik, selamanya. (Iya kan, Din?)

Terakhir kami dengar beritanya, dia sekolah di STM Negeri Cirebon.

 

Sebenarnya ada tokoh jenius yang lain, seperti Chodijah, Dwi Nanta, atau Yuniar, tetapi kami sudah membahasnya di tulisan yang lain. Silahkan mencontek di tulisan yang lain ya, guys?

 

To be Continued

Besok kita sambung kembali, guys…

Karakteristik #3

Next,

Kita lanjut meneruskan karakteristik tokoh-tokoh yang akan menghiasi sepanjang cerita di blog ini, karena merekalah para pemeran utama dalam cerita yang akan berlangsung. Dan harap dicatat, tidak ada peran pembantu (apalagi, jadi Inem sang pembantu rumah tangga), tidak ada peran jahat, tidak ada korban jiwa, tidak ada yang jadi jagoan, …tapi pasti banyak jadi banditnya, hehehe…

 

Dan di antara bandit-bandit itu, inilah para dedengkot bandit di kelas kami…

( Bagi anda-anda yang tidak siap nyali, segera dampingi oleh ibu-bapak anda, tulisan ini kategori BO (Bimbingan Orang Tua) …and dont try this at home! )

 

Endang Komala

Kecil, putih, keriting dan selincah bola karet. Seringainya selicik kakek serigala (tanpa bulu domba), hihihihi…Pantaslah, kalau dia tinggal di daerah bernama Blok Rawan, bagian dari desa Kebarepan.

 

Anaknya superlincah, amat sangat susah diatur, apalagi diatur baris dengan sepeda di tempat parkir. Bawaannya pengen lari-lari melulu, atau manjat-manjat dinding kelas, untuk membuktikan kalau Teori Darwin itu benar.

 

Dan seringainya makin terlihat licik, ketika melihat Fatmawati atau Yuyun, berjalan sendirian ke arah toilet WC…

Keberadaanya tidak bisa kami lacak, hingga saat ini…

 

Risdianto

Playboy cap kaki kuda, dari desa Serang, Jamblang. Dengan rambut selalu kelimis basah, memakai minyak rambut jely campur jelantah. Dengan postur tubuh putih, tinggi, harum dan tampan, dia siap menebarkan pesona dan menarik para janda ke dalam dekapan romantisnya.

 

Selalu memakai baju seragam sekolah model trendy, dan sepatu terbaru. Dua ribu seratus wanita pernah meminta pertanggungjawabannya, untuk mengembalikan janji-janji manisnya dan utang-utangnya. Dan selalu tak pernah kapok mencari wanita tercantik di seantero sekolah.

 

Tapi, jangan ajak dia jajan ke kantin… karena dia pasti minta ditraktir.

 

Hernalijo

Kalau yang ini, jiplakan tidak jadi dari Playboy Risdianto. Atau produk gagal dari komunitas playboy. Rambut keritingnya memang selalu rapih dan basah, ( dengan jambul Elvis Presley campur Elvi Sukaesih )  atau seragam sekolahnya juga dengan model trendy, dengan rantai kapal menghiasi dompetnya, tapi selalu menyimpang dari nalar sehat dan jalan pikirannya tidak simetris senantiasa.

 

Sepatunya keren, dengan tali yang warna-warni. Yang kiri warna ungu, yang kanan warna pink.

 

Anaknya super royal, tidak pelit, tidak sombong, tapi kelewatan tidak jeniusnya.

Obsesinya, menjadikan Yuyun menjadi kekasih pujaan hatinya sepanjang badan dikandung Bu Hayat.

 

Tetapi, Agus Suprapto selalu memanggilnya dengan sadis : Kadal Ijo!

Oh iya, dia anak Trusmi Plered, dan saat ini keberadaanya belum dapat kami deteksi.

 

To be continued

Sementara, baru 3 karakter orang itu yang masih terdeteksi getaran badungnya hingga saat ini…

Besok kita sambung kembali, guys…

Karakteristik #2

Setelah membahas karakteristik para tetua adat kelas, saatnya kita membahas karakter murid wanita dengan nominasi 5 cewek termanis di kelas kami…

 

Siapkan tarik napas dalam-dalam, tahan…tahan…tahan, ya…terus tahan sampai 3 jam ke depan…hehehe. Inilah dia guys :

 

Yuniar Rachmawati

Terus terang, saya harus do’a plus baca jampi-jampi dulu sebelum menyebut dan menulis namanya. Soalnya, getaran daya magis pesona manisnya, masih terdeteksi sampai saat ini, setelah lebih dari puluhan tahun. (Kamu punya ilmu apa sih, Yun?)

 

Anaknya manis, cakep, kulit putih bersih, rambut lurus hitam, dipotong blow sebatas bahu, matanya bundar bulat, bening, bibirnya tipis memerah, pipinya merah merona….( stop…stop…stop, saya tidak bisa mengendalikan diri lagi kalau menggambarkan seluruh daya pikatnya…) pakaiannya rapih, jalannya teratur, giginya putih rapih….(Ya Tuhan, tolong hentikan aku mengetik seluruh pesonanya….), tubuhnya proporsional, betisnya putih langsing….

 

Tubuhnya harum mewangi, aroma parfum mahal… Help me…help me… panggilan manisnya : Yuyun. (Yun, where are you now…? Ihik..ihik..ihik…)

Kalau tidak salah, ( berdasarkan gossip ) selepas SMP dia meneruskan sekolah ke Sekolah Perawat… Ooala, alangkah mulianya hatimu…. Stop!

 

Wijayawati

Idem sama yuyun, cuma Wiwik (panggilannya), agak item orangnya, item tapi manis. Rambutnya tak selurus Yuyun, agak bergelombang sedikit dan anaknya supel, ( suka permen? ). Sedikit ceriwis, tapi tidak cerewet. Riang pembawaannya.

 

Rumahnya dekat dengan gedung sekolah, kira-kira sepelemparan granat jaraknya.

 

Apalagi ya guys?… terakhir dapat berita (dari burung) kalau dia sekolah di SMA Negeri Palimanan.

 

Lilis

Maaf, Lis…aku lupa dengan nama lengkapmu, kalau tidak salah sih Lilis Heryati…? Benarkah demikian, Lis? (Dan pasti, bukan Lilis Karlina, kan?) Dara asal Jamblang ini, paling cerewet di antara seantero kelas kami. Jangan coba-coba mengganggunya, dia pasti akan mengaum dengan dahsyatnya.

 

Tapi, hatinya lembut loh… dia suka nangis kalau digoda kelewat batas. Tangisnya pun sedahsyat aumannya…hehehe.

 

Cukup manis, dengan body…suit…suiiit (padat bo’…), kulit putih, rambut sebahu bergelombang, btw…giginya agak kecoklatan, gara-gara dia suka banget makan coklat seh! Makanya, jangan suka over dosis kalau makan permen, Lis…yah?!

 

Oh, iya…dialah sang kondektur…ufs, konduktor di kelas kami. Tau konduktor kan? Bukan sejenis makanan dari ubi loh, tapi dirijen pengiring lagu di depan kelas kalau pelajaran kesenian.

 

Terakhir dapat berita, dia kuliah di Sekolah Tinggi Koperasi Jatinangor, Bandung ….

 

Chodijah

Mmm…kalau menyebut nama ini, bawaannya minder melulu deh. Anak Purbawinangun (atawa Cibiyuk) ini IQ-nya sangat membanggakan, cowok-cowok yang mau dekatin dia, harus bisa menyaingi rangkingnya yang selalu nangkring di urutan 5 teratas.

 

Wajahnya imut, kulit sawo matang, body-nya agak jumbo waktu itu…(sekarang gimana, Jah?), anaknya cenderung pemalu, dan tidak suka yang glamour (istilah jaman sekarang seh, gaul…)

 

Pssst, Bapaknya galak loh…hehehe

Kabar terakhir yang saya dapat, dia sekolah di Institut Pertanian Bogor….(satu almamater ama Pak Menteri Pertanian tuh…)

 

Fatmawati

Wuih, kalau mengingat nama yang satu ini…jantung langsung melompat-lompat dengan liarnya, mata berkunang-kunang, tangan gemeteran, air liur berjatuhan…hehehe

 

The sexiest women in our class!!

 

Bayangin body-nya guys, dunia berguncang. Lihat bibirnya yang sensual merekah guys, gempa bumi. Dadanya…(ufs sorry?!) gunung meletus. Cara jalannya, Lumpur Sidoarjo Banjir!

Jangan-jangan, bencana alam yang terjadi di Indonesia gara-gara si Fatmawati ini yah…?!

 

Pokoknya dengan rambut bergelombang sebahu, kerlingan sayu menggoda, desahan kata-katanya, satu sekolahan langsung minta libur. Ketika dia berjalan, sekolahan bubar…

 

To be continued

Oke, segitu dulu karakter tokoh kita…

Besok kita sambung kembali, guys…

Karakteristik #1

Berikut ini, kita deskripsikan…(bahasa gampangnya : kita gambar oret-oret) karakteristik para murid kelas I C tahun ajaran 1989-1990, yang masih teringat di memoriku, berdasarkan rekaman “foto waktu” pada tahun tersebut.

 

Dan, jangan bayangkan gambaran ini pas dengan realita para tokoh pada jaman sekarang. Umpamanya, dulunya si A itu suka ingusan, sampe ingusnya belepotan di baju, mungkin saja sekarang dia jadi peragawati paling cantik di alam semesta? Atau dulunya dia murid paling seksi di kelas kami, mungkin saja sekarang menjadi wanita paling keriting di kampungnya? Dulunya pecundang sejati kelas kakap, tapi mungkin sekarang jadi juragan telur buaya?

 

So, gambaran karakter ini bukan berdasarkan pengamatan langsung pada waktu kejadian berlangsung, tetapi berdasarkan (rekaman) ingatan memori yang tersisa. Makanya, mungkin saja gambaran saya sangat tidak masuk akal dicerna secara nalar sehat, tapi justru bisa diterima oleh logika penerawangan alam gaib.

Jadi harap ikhlas, kalau gambar karakter tokohnya agak buram. Maklum kawan, sudah tertimbun puluhan tahun di otakku, 20 Tahun.

 

Kepada kawanku, yang mungkin di dalam blog ini digambarkan dengan tidak simetris, aneh, terlalu ganteng, kelewat seksi atau tidak tepat sasaran (kayak penerima BLT aja?), mohon maaf lahir dan batin yang sedalam-dalamnya. Saya cuma manusia biasa kawan…Oke?

 

Dan kepada para suami, istri, anak-anak atau selingkuhan sang tokoh yang saat ini menjadi bagian dari keluarga besarnya, percayalah…Pak, Bu, Nak, Cucu… semua itu kejadian puluhan tahun yang lampau, (bukan sebagai sejarah kelam) waktu masih kelas 1 SMP dengan wajah imut, rambut kuncir tujuh, baju kedodoran, dan terjebak dalam situasi puber pertama.

 

Kalau saat ini, kelakuan para tokoh tersebut masih sama… anggap saja sebagai nasib.  

 

Oke kita mulai, pelajaran Biologi membedah kepribadian murid-murid IC Tahun Ajaran 1989-1990 :

 

Andi Gunadi

Konon menurut hikayat, mahluk ini dulu tinggal di seberang kantor kecamatan Plumbon. Dibelakang barak Arhanudse,  nama bloknya aku lupa, dari berbagai sumber yang tidak dipercaya, dia anaknya salah satu prajurit Arhanudse di situ. Ciri-cirinya, rambut basah sisiran rapih belah ketupat, pakaian juga rapih, tidak terlalu tinggi, pendek yang pasti, kulit tidak terang warna sawo mateng kecemplung aspal, dan yang masih aku ingat : barisan gigi depan warna kehitaman. Mungkin doi hobby makan arang, kali yah?

 

Dialah, sang ketua kelas untuk pertama kali, masa transisi, penyelamat dari siksaan para kakak kelas penguasa OSPEK yang bengis dan sangar. Soalnya, dialah tumbal pertama yang kita sodorkan untuk dicabik-cabik para kakak kelas.

 

Oh, iya panggilan kerennya waktu itu Mpu Tong Bajil, disingkat Bajil. Tau sebabnya? Yeah, waktu jaman itu kita lagi terjangkit virus sandiwara radio Tutur Ti Nular, dengan tokoh utama Arya Kamandanu…remember that, guys? (Maklum, jaman masih belum tersentuh peradaban, sandiwara radio menjadi acara yang paling favorit selain acara kelompencapir…) Nah, tokoh antagonisnya (penjahat) bernama Mpu Tong Bajil, orangnya hitam, pendek, dan bengis…

 

Tertimpa siallah si Andi, gara-gara hitam pendeknya, jadi kena kutuk dipanggil Tong Bajil… Terakhir ketemu, bercokol di SMA Negeri Palimanan…

 

Dwi Nanta

Pernah liat aktor Hengky Tornando? Ya, dialah aktor sial yang harus mirip Dwi Nanta, walaupun cuma mirip kancing bajunya. Dia kayaknya dicipta untuk menjadi seorang yang di gila-gilai wanita, dengan postur tinggi, rapih, senyum senantiasa mengembang penuh daya pesona. Plus, dia anak orang kaya pengusaha rotan di kampungnya, Gombang.

 

Wanita normal mana yang tidak pingsan, mendapat kerling manisnya?

 

Dan, jabatan wakil ketua kelas, makin mengukuhkan magis pesonanya.( Kekurangannya apa yah? Musti dicari neh, masa dia tampil begitu perfect di blog ini…? ) Udah deh, kekurangannya dia suka gonta-ganti sepeda motor untuk berangkat ke sekolah… (alamak, itu makin membuatnya terbang tinggi…!!)

 

Terakhir kali ketemu, dia sekolah di SMA Kristen Penabur Cirebon, di Jalan Cipto Mangunkusumo…

The Actor

1_594492213m12Cerita-cerita yang mendominasi di blog ini, tidak terlepas dari kelakuan para murid-murid SMP Negeri 1 Plumbon, tahun 1989-1990 kelas 1 C, tahun 1990-1991 kelas 2F, dan tahun 1991-1992 kelas 3E. karena di antara kelas-kelas itulah aku, berada bersama kawan-kawanku…

 

Berikut ini, nama-nama kelas 1 C tahun ajaran 1989-1990 yang (sementara ini) masih tersimpan sedikit di memori otakku yang sudah ‘hang’ kena hacker ini…(kalau ada yang belum kesebut, mohon konfirmasinya yah?) maklum sudah mencapai tingkat kegantengan yang akut, daya pesona memudar, akibatnya memori otak tidak kuasa menampung semua data… (apa hubungannya yah?)

 

Inilah para aktor dari segala biang keributan itu, disusun bukan berdasarkan kegantengan dan keseksian, melainkan kebiadaban…maksudnya, berdasarkan memori yang terlintas :

  1. Afandi

Entah Affandi…atau Afandi…? Kira-kira begitulah dibacanya…

  1. Andi Gunadi

Saya masih apal nih, nama lengkap manusia hitam ini hehehe…

  1. Agus Suprapto

Kayaknya saya nulis dengan bener deh, tingkat akurasi 90%

  1. Agus Santoso

Kayaknya saya juga nulis dengan bener deh, tingkat akurasi 93%

  1. Alamsyah

Sepertinya ada tambahan nama belakang, tapi entah ada atau tiada…

  1. Achmadi

Achmadi atau Akmadi…? Seperti itulah dibacanya

  1. Lilis (entah siapa nama panjangnya, sorry Lis… lupa)

Lilis Heryati atau Lilis Kurniawan yah….? Hehehe, yang pasti bukan Lilis Karlina…

  1. ibrahim Sunyoto

Yah, saya masih mengingat nama gagah ini dengan agak fasih

  1. Khafid

Mungkin dulu, ortunya mau ngasih nama Hafidz…? Bener nggak sih…fid?

  1. Yakub

Untuk nama orang pinter, memang selalu mudah untuk dikenali

  1. Dwi Nanta

Yah, saya inget…masih inget manusia yang memonopoli kegantengan di kelas kami

  1. Yuniar Rahmawati

Saya selalu ingat 5 nama cewek dengan nominasi 5 besar termanis di kelas kami

  1. Wijayawati

Saya selalu ingat 5 nama cewek dengan nominasi 5 besar termanis di kelas kami

  1. Muhaimin

Sang ketua kelas, yang tak pernah ada minat buat kami kudeta…

  1. Susilawati

Agak lupa dengan namanya, tapi selalu inget dengan cewek kecil dengan rambut keriting kriwil-kriwil…

  1. Siswanto

Untuk sang playboy, pasti selalu dikenang sepanjang masa dan sejarah selalu mencatatnya…

  1. Endang Kusnadi

Orangnya lucu, selucu gigi depannya yang patah tidak rata…

  1. Endang Komala

Setelah mengingat dua hari dua malam, nama lengkap ini akhirnya ketemu juga…

  1. Risdianto

Mmm…plabaoy yang satu ini memang selalu diingat semua cewek-cewek se-kecamatan, huh…sebetulnya saya males menulis namanya, untung dia masih menjadi temanku…

  1. Sarwadi

Tinggi, hitam besar…itulah dia, siapa yang bakal lupa dengan dia?

  1. Hernalijo

Sontoloyo yang satu ini mencoba menjadi nominasi 5 besar playboy, alhamdulillah usahanya selalu kandas ditengah jalan… hehehe, terus semangat  keep fighting guys!

  1. Anwar Buyung

Kecil, kurus, putih berbanding terbalik dengan sang Sarwadi… dengan jambul rambut model Tin Tin, dan tidak ada hubungan kekerabatan apa pun dengan Anwar Buyung Nasution… apalagi menantu

  1. Sanira

Mmm…nominasi 5 besar sang sexiest women di kelas kami

  1. Petty Jumaati

Kalau hari Jum’at, kami pasti selalu mengingat namanya, sambil bertapa di bawah pohon asem…

  1. Casini

Putih dengan rambut keriting kriwil-kriwil, hampir terlupa namanya tetapi masih teringat bentuk fisiknya

  1. Chodijah

Cewek dengan tingkat IQ yang membanggakan, kami pasti selalu mengingat nama yang selalu membuat kami (kaum lelaki) minder berjalan dengannya…

  1. Maryati

Apa yah…? No comment deh

  1. Yeti

Apa yah…? No comment deh, daripada di banting oleh tubuh besar tingginya…

  1. Sarudin

Ugh, orang sok pinter neh jaman itu, sang segala tau, mungkin baru pertama kali puber kali yah? …tapi, tetap temanku, teman kami, teman kita semua…

  1. Sulasteri

Cewek dengan postur paling jangkung di kelas kami…

  1. fatmawati

The best sexiest women di kelas kami, setiap dia melangkah…wuih, jantung kami serasa cepat berdetak dengan liarnya…

  1. Yosep

Entah siapa nama lengkapnya kawan…, Cuma sepenggal kata itu yang aku ingat

 

Sementara, itulah yang masih tersimpan di sisa-sisa memori otakku, kalau ada yang kurang…maafkan daku, guys! Dan segera daftarkan, karena 5 pendaftar pertama berhak mendapat termos lengkap dengan tangkai dan tutupnya…Ternyata benar pendapat seorang ahli meracik jamu, semakin renta usia kita semakin meredup daya ingat kita…

 

Maafkan bila ada yang terlupa, my friends…

Btw, di mana kalian semua saat ini berada?