mau cerita kenangan tentang apalagi kawan…? nanti aku ceritakan kepadamu….hingga membuatmu tersenyum, mengenang keindahan yang hampir memudar itu….
Arsip Kategori: Tak Berkategori
Klarifikasi…
Mengutip berita-berita infotainment yang beredar hangat belakangan ini, yang bertebaran menghiasi televisi, dengan isue- dan gossip-gossip yang saling menyerang, membunuh karakter, menjitak, memiting, membelai, mencubit, dan sebagainya, khususnya mengenai keberadaan blog ‘kecil’ yang aneh ini, maka ijinkan kami memberikan klarifikasi sebagai berikut :
1. Tokoh dan aktor dalam blog ini, 100% khayalan dan 200% tanpa rekayasa, mereka ada dan ‘mungkin’ masih berkeliaran di muka bumi..
2. Sifat dan karakter para aktor yang menghiasi blog ini 300% imajinasi, 400% hasil rekayasa genetika antara kenyataan dan bualan…
3. Kisah-kisah yang ada di dalam blog ini, 500% fantasi, 600% campuran kimia antara fiksi dan non-fiksi dengan campuran dongeng 15%, so… jangan terlalu dipercaya yah?
4. Penulis blog ini…bukan seseorang dengan inisial ‘N’ apalagi inisial ‘X’ Y’Z', atau inisail ’86′, penulis blog ini adalah mahluk UFO yang datang dari antah berantah, pernah singgah di Piramida Giza, dan menetap di propinsi paling ujung timur di Zimbabwe, tepatnya desa BLUKUTUK, kecamatan BLUS_BLUS, kabupaten XESEWSETRE,… so jangan terlalu berharap kalau yang menulis blog ini seseorang dengan inisial ‘N’..
5. Bagi adik-adik neplusa yang membaca blog ini, lupakan segala hal jelek yang ada di sini, belajarlah yang rajin, karena masa depan anda tidak ditentukan dari membaca blog ini… membaca blog ini tidak membuat anda serta-merta sejenius ahli kimia, atau selihai tukang cincang daging
6. Blog ini cuma sekelumit kenang-kenangan yang tersisa, bukan mewakili apalagi ‘situs resmi’ Neplusa angkatan 92, so…jangan jadikan blog ini acuan untuk memperoleh simpati politik, wadah untuk meraup suara di lembaga legislative, sarana untuk menjadi Bupati Cirebon, atau jembatan untuk menjadi RT di kampung anda..dll..dll…
7. Hehehehe…
Soundtrack
Andaikan saya menjadi sutradara atau produser [ hehehe... ] dan mengadopsi cerita dalam blog ini menjadi sinetron picisan [ atau minimal cerita Tarling, Sandiwara, Tayub dan Sintren ], lagu ini yang akan saya pakai buat soundtracknya :
Hitamku
[ Andra And The Backbone ]
masih adakah separuh hatiku
yang kuberikan hanya untukmu
kuharap engkau masih menyimpannya
jangan kau pernah melupakannya
*
maafkan kata yang tlah terucap
akan kuhapus jika kumampu
andai kudapat meyakinkanmu
kuhapus hitamku
masih adakah separuh janjiku
yang kubisikkan hanya padamu
kuharap engkau masih mengingatnya
jangan kau pernah melupakannya
back to *
andai kudapat memutar waktu
semuanya takkan terjadi
back to *
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh janjimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
(simpan separuh janjimu)
Thanks,
Buat Andra and The Backbone yang sudah aku jiplak lirik lagunya
Peta Lokasi
Guys,
Berikut ini, aku gambarkan lokasi peristiwa di mana semua cerita dalam blog ini terjadi
Ini sedikit panduan bagi kalian yang masih bingung, menghayal-hayal, menebak-nebak, dimana sih pabrik gula yang serem itu, dimana sih jalan umum kecil yang membelah Neplusa, jalan rindang menuju jalan raya, dan sebagainya-dan sebagainya…
Peta lokasi ini juga berguna, bagi orang diluar kecamatan Plumbon, diluar Kabupaten Cirebon, diluar Jawa Barat, di luar Jawa, di Luar Indonesia, bahkan orang luar angkasa, bila tersesat di sekitar sekolah kami…
Pakailah panduan ini, dan tanyakan pada tukang ojek terdekat…
Bagi kalian yang mau mengadakan pesta hajatan (maupun “buang hajatan”) di sekitar Neplusa, peta ini bisa kalian contek untuk menentukan lokasi dalam undangannya…

Lokasi TKP (Tempat Kejadian…)
Neplusa, singkatan dari Negeri Plumbon Satu. (Untung bukan di singkat Geblotu…mungkin saja, kata itu salah-satu mantra penjinak dedemit di Zimbabwe sana…?)
Itulah sekolah kami, SMP Negeri 1 Plumbon Cirebon. Terletak di Jalan Pangeran Antasari No.8, Nomor Telpon (0231) 321769 Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.
Kalau mau mengintip lebih detail tentang sekolahku itu, coba klik http://neploeza.blogspot.com.
Dulu 20 tahun silam, waktu jaman kami Tahun 1989, alamatnya di Jalan Pabrik Gula No.1, karena di samping sekolah kami ada bekas office pabrik gula peninggalan Belanda. Mungkin, karena ada sistem rasionalisasi nama jalan, atau sistem apalah, makanya nama jalannya berubah menjadi Jalan Pangeran Antasari.
Mungkin loh, guys…
Neplusa, seperti yang tadi aku ceritakan, terletak di samping office pabrik gula peninggalan Belanda. Wuiih, gedungnya serem, khas bangunan tua yang dirayapi oleh lumut, diselimuti oleh aura mistis, ditumbuhi ilalang, dan sama sekali bukan tempat strategis untuk membolos, apalagi sunatan.
Entah, bagaimana nasib bangunan tua itu sekarang… sudah lama, saya tidak lagi mengunjungi sekolah tercintaku itu.
Neplusa, termasuk sekolah terfavorit di kabupaten Cirebon, pada jaman itu, ketika sekolah-sekolah SMP yang lain masih belum tumbuh subur seperti jaman sekarang. Terbukti, siswa-siswinya berasal dari kecamatan lain di kabupaten Cirebon. Di kampungku, kalau sekolah di Neplusa, sudah seperti naik pangkat menjadi Kopral Jendral ( btw…ada nggak sih, nama pangkat itu?)
“Kamu sekolah di mana, Boled?” tanya tetangga.
“SMP Negeri 1 Plumbon!” jawab Boled tegas, dengan tempo irama 4/4 ketukan.
“Waah…keren dong! Kalau gitu, kamu besok saya jodohin dengan anak saya…”
Betapa berbahagianya si Boled, dan betapa tragisnya Sumiati yang dijodohin sama remaja yang mirip jajaran genjang sama sisi ini.
Itulah gambaran, betapa favoritnya Neplusa pada saat itu, seperti berenang di lautan madu.
Neplusa, waktu itu terpisah oleh satu jalan umum kecil, yang membelah gedung lama dan gedung baru. Gedung lama untuk kelas 3 dan kelas 1, sedang gedung baru untuk kelas 2 dan SMP Terbuka. Gedungnya dilindungi oleh deretan pohon mahoni tua, yang tumbuh rindang di sisi jalan Pabrik Gula. Jadi amat teduh kalau jam pelajaran siang, dengan potensi ngantuk di kelas 75% mendominasi, 20% menikmati angin sepoi-sepoi, 5% menyerap materi pelajaran.
Kalau dari arah jalan raya pantura (antara Palimanan ke arah kota Cirebon), Neplusa terletak kurang lebih 1 Km, dipisahkan oleh lapangan sepak bola. Jadi beberapa murid bisa berangkat ke sekolah menggunakan angkutan kota, elf, Kopayu, (atau nebeng mencegat mobil truk, pick up, atau mobil semen), dan dari jalan raya bisa berjalan kaki santai, menikmati kerindangan pohon. Kalau kebetulan sedang terbius aroma harum asmara, acara jalan kaki pulang dari sekolah ke arah jalan raya itu laksana menyusuri jalanan kota kecil nan rindang di Skotlandia.
Tapi kalau kebetulan sedang patah hati (atau ditolak mentah-mentah), jalan kaki ke arah jalan raya itu laksana meniti jembatan sirotol mustaqim, dan neraka sudah menunggunya dengan kerlingan menggoda.
Itulah gambaran lokasi keberadaan Neplusa, saat itu, 1989.
Prolog…
Aku dedikasikan blog ini buat (mantan) sekolahku, SMP Negeri 1 Plumbon Cirebon, yang sudah membuatku kepincut dengan Bahasa Inggris pada (pandangan) bab pertama, saat pertama kali belajar mengucapkan ‘this is umbrella’ dengan lidah agak tegang (dan mata berkunang-kunang).
Lebih khusus lagi, buat teman-temanku angkatan 1992 (dalam artian, masuk tahun 1989 dan lulus pada tahun 1992), tanpa terasa waktu terus melompat dan mengutuk kita menjadi tua di tahun 2009 ini. Barangkali blog ini bisa menjadi kenang-kenangan tersendiri, selayaknya album usang yang bisa kita bolak-balik tetapi tidak akan pernah lapuk digerogoti sang waktu dan rayap kayu. Banyak kenangan yang telah kita pahat bersama, entah itu kenangan semanis madu atau sepahit karet sandal jepit produksi Kebarepan.
Semoga saja kenangan itu akan tetap menjadi kenangan, walaupun nanti dalam blog ini mungkin suasananya akan lebih mengharu-biru (atau malah lebih horror) karena telah didramatisir, dengan sedikit sentuhan musik rhapsody yang mendayu-dayu, atau hentakan irama qosidah remix. Percayalah Kawan, tidak ada kantong Doraemon di dunia nyata ini, jadi yang lalu biarlah berlalu. Tidak ada ‘pintu kemana saja’ yang bisa menjungkirbalikkan sang waktu, dan mengubah jalan cerita kenangan itu, layaknya film Terminator. (Yang dibintangi oleh Arnold Swazinegeer itu…)
Terima kasih kepada teman-teman yang telah sudi namanya (jadi tumbal) dicatut disini dengan paksa, karena tanpa kehadiranmu, semua cerita di blog ini menjadi hampa atau malah menjadi cerita silat bersambung yang tak jelas akhirnya. (Dan saya lebih suka kalau penjahatnya yang menang…). Jangan tuntut saya ke mahkamah Eropa, karena kesalahan terletak pada diri anda sendiri yang telah melibatkan diri menjadi teman saya, menjadi seangkatan dengan saya, bahkan mungkin musuh saya.
Kepada teman-teman yang namanya belum dicatut, silahkan protes keras ke saya (unjuk rasa juga boleh…) maklum, menjadi tua itu ternyata mengurangi daya ingatan dan terutama daya pesona. Teman-teman angkatan lain yang mau ikut gabung, meramaikan suasana, menghangatkan kenangan, dengan hati terbuka kami terima …
Dan sekali lagi semua cerita yang akan terpahat di blog ini, 90% berdasarkan kisah nyata, 5% rekayasa, 4% unsur subyektifitas, 1% unsur kebohongan. Dan percayalah, unsur 1% tersebut yang paling dominan dan berperan. Jadi jangan sampai disimpan dalam hati, apalagi disimpan dalam lemari hampa udara.
Kepada para (mantan) bapak ibu guru, yang mungkin namanya tersangkut dalam cerita di blog ini, yakinlah…bapak-bapak dan ibu-ibu (yang amat kami hormati), tidak ada niat unsur sabotase apalagi character assassination. Bukan pula black campaign. Semua cerita hampir berdasarkan survey dan jejak pendapat kawan-kawan pada waktu itu, dengan tingkat error 80%-98%. Jadi, sekali lagi bukan untuk mengurangi rasa hormat kami kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, yang telah menjadikan kami seperti ini.
Jasa dan pengorbanan ibu-bapak sekalian akan tetap kami simpan dalam bingkai pualam di dalam sanubari kami yang terdalam.
Kepada adik-adik kelas, yang saat ini masih menimba ilmu di SMP Negeri 1 Plumbon, tetaplah semangat dan belajar yang giat. Kalau ada hal-hal yang merusakkan syaraf dan jiwa dari cerita di blog ini, jangan kalian jadikan suri tauladan kelakuan para alumni dan kakak kelasmu. Cukuplah kami, sebagai sampling error. Kalianlah harapan kami.
Akhirnya,…selesai deh. Selamat menikahi…ufs, maksudnya menikmati. Enjoy its guys..


